
Musim Panas Kita
Pop, female vocals · 3:01
“Road trip musim panas bareng sahabat, jendela terbuka, nyanyi sekencang-kencangnya”
Buat yang seperti ini
Lagu untuk orang istimewa
Bukan karena ulang tahun, bukan karena kalender — lagu yang akhirnya mengucapkan apa yang sudah Ibu lakukan untukmu, dengan kata-kata yang ia kenali sebagai milikmu.
Buat lagu iniLagu pertamamu gratis — tanpa kartu.
Kebanyakan dari kita berterima kasih kepada ibu dengan cara singkat: pesan WhatsApp di Hari Ibu, cium tangan sebelum berangkat, “Bu, aku tutup dulu ya” di ujung telepon. Versi panjangnya jarang terucap — apa yang ia relakan, apa yang ia ajarkan tanpa banyak bicara, apa yang baru kamu pahami setelah dewasa dan merantau sendiri. Lagu adalah cara mengatakannya tanpa harus menahan suara yang bergetar.
Tulis beberapa kalimat tentang dia: kamu memanggilnya apa, satu momen yang masih kamu ingat, hal yang belum pernah kamu syukuri di depannya. Lirik ditulis dari detail itu, melodinya digubah di sekelilingnya, lalu lagunya dinyanyikan dengan vokal asli dalam sekitar satu menit. Kirimkan di hari biasa, pada 22 Desember, atau di hari kamu sendiri menjadi orang tua dan tiba-tiba mengerti.

Pop, female vocals · 3:01
“Road trip musim panas bareng sahabat, jendela terbuka, nyanyi sekencang-kencangnya”
Buat yang seperti iniPengorbanan yang baru kamu sadari belakangan: jualan kue subuh-subuh, perhiasan yang dijual untuk uang kuliah, baju lebaran yang ia lewatkan supaya kamu dapat yang baru.
Nasihat yang dulu kamu abaikan — dan ternyata Ibu benar.
Tangannya yang sibuk: mengepang rambutmu sebelum sekolah, mengulek sambal, mengusap kepalamu saat kamu demam.
Masakannya yang paling kamu rindukan di perantauan: sayur asem, rendang lebaran, tempe bacem.
Cerita Ibu sebelum menjadi ibu: kampung halamannya, cita-citanya waktu muda, lagu kesukaannya dulu.
Permintaan maaf kecil di dalam ucapan terima kasih — untuk pintu yang dibanting, telepon yang jarang, masa-masa kamu merasa paling tahu.
Panggilan di keluargamu — Ibu, Mama, Bunda, Mamak, Umi, Emak — dan bahasa lagunya, bisa bahasa daerah yang dulu ia pakai menimang kamu.
Bu Narti, tanganmu tak pernah lelah,
subuh berjualan agar kami tak kalah,
dulu tak sempat aku berucap padamu —
terima kasih, Ibu, semua karenamu.
Dengarkan musik yang biasa ia putar. Ibu yang suka bersenandung lagu lawas akan merasa lagu bergaya pop nostalgia atau keroncong adalah miliknya; Ibu yang hafal lagu-lagu religi akan tersentuh oleh aransemen akustik yang lembut. Kalau ia tumbuh dengan bahasa Jawa, Sunda atau Minang, selipkan satu-dua sapaan dari bahasa itu di deskripsi — panggilan sayangnya, ungkapan yang ia pakai — supaya lagunya terdengar seperti rumah. Pakai kata-kata sederhana: seorang ibu menangkap maknanya lebih dulu daripada rimanya. Satu kalimat seperti “maaf aku jarang pulang” sering lebih menyentuh daripada bait yang indah tapi umum.
Nama, kenangan, suasana yang kamu inginkan. Lewati yang tidak perlu.
Lirik, melodi, vokal, dan sampul — digubah dari jawabanmu.
Unduh MP3-nya, bagikan tautannya, atau putar langsung di sana.
Apa saja yang belum sempat kamu ucapkan: terima kasih untuk hal tertentu, satu kenangan, permintaan maaf, atau apa yang baru kamu pahami setelah dewasa. Tulis apa adanya di deskripsi, liriknya akan dibentuk dari situ.
Bisa. Tulis dengan sederhana apa yang kamu sesali — pintu yang dibanting, telepon yang jarang diangkat — dan minta itu jadi satu bait di tengah; reff-nya tetap ucapan terima kasih, jadi lagunya tidak berubah jadi pengakuan dosa.
Tidak. Lagu riang tentang kebiasaannya — salah menyebut nama anak-anak, stiker bunga di grup keluarga, tawar-menawar di pasar — bisa sama menyentuhnya. Yang membuat Ibu terharu biasanya bukan nadanya, tapi tanda bahwa kamu memperhatikan.
Justru itu yang ia maksud: bukan barang, tapi sesuatu darimu. Lagu tidak makan tempat di lemari, dan bisa ia putar kapan pun rindu.
Kirim sebagai hadiah yang ia buka di ponselnya, bagikan tautannya yang bisa diputar di peramban mana pun, atau unduh MP3-nya. Dengan langganan, kamu juga bisa mencetak poster atau kartu ber-QR yang memutar lagunya.
Ceritakan untuk siapa dan apa yang terjadi. Sisanya biar kami yang urus.